Senin, 13 April 2015

Hak sesama muslim

🌎 BimbinganIslam.com
Senin, 23 Jumadil Akhir 1436 / 13 April 2015
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📕 Kitabul Jaami' | Bulughul Maaram
📝 Hadits ke-1 | Hak Sesama Muslim
⬇  https://www.dropbox.com/s/ocuw4enwpmbjmcs/materi%201.mp3?dl=0
=================================

بسم الله
Segala puji bagi اللّه Tuhan semesta Alam, shalawat dan salam atas pemimpin para Rasul .
Amma Ba’du
Kitabul Jami' sebuah kitab yg ditulis oleh Ibn Hajar rahimahullah yg beliau letakkan diakhir pembahasan dari kitab Bulughul Maaram min adiatil ahkam.
Kitab Bulughul Maaram min adiatil ahkam adalah sebuah kitab yang mengumpulkan sebuah hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam ttg fiqh mulai dari bab Thoharoh, Shalat, haji, Zakat, Jihad dan seluruhnya.
Namun yang menakjubkan dari Al-Hafidzh Ibn Hajar rahimahullah diujung kitab Bulughul Maaram beliau meletakkan Kitabul Jaami, dan kitab ini tidak ada hubungannya dengan masalah fiqh, tetapi cenderung dg masaiil Adab, Akhlak (baik, buruk), Dzikir & Doa.
Wallahu A'lam seakan akan Al-Hafidzh Ibn Hajar ingin mengingatkan kepada kita bahwasanya seorang yg telah menguasai bab bab ilm / masalah masalah fiqh maka hendaknya dia beradab & memiliki akhlak yang mulia.
Al Jami' dalam bahasa Arab artinya yang mengumpulkan /mencakup. Dikatakan Kitabul Jaami' karena kitab ini mencakup 6 bab yang berkaitan dengan akhlak :
. Bab Adab
. Wasilah /bagaimana berbuat baik-silaturahmi
. Zuhud & Waro'
. Ttg Memperingatkan akhlak akhlak yang buruk
. Ttg memotivasi untuk memiliki akhlak yang mulia
. Dzikir & Doa

Bab . Tentang Adab
Bab ini mencakup hadits hadits adab adab islam, yang seorang muslim hendaknya berhias dengan akhlak perangai perangai yg mulia tsb.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Hak Seorang muslim atas muslim yg lain Ada 6,
jika engkau bertemu dengan dia maka berilah salam kepadanya
Jika dia memanggil /mengundangmu maka penuhilah
Jika dia minta nasihat kepada mu maka nasehatilah
Jika dia bersin kemudian mengucapkan "Alhamdulillah" maka jawablah "Yarhamukallah"
Jika dia sakit maka jenguklah dia
Jika dia meninggal maka ikutilah jenazahnya " HR Imam Muslim dlm shahih nya.

Hak muslim atas muslim Ada 6, bilangan 6 ini bukanlah suatu batasan, artinya beliau shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan secara khusus namun bukan berarti tidak ada hak-hak yang lain, dalam kaidah ahli ilm" bilangan tidak ada mahfum mukholafahnya".  Maksud Hak disini adalah perkara yang hendaknya tidak ditinggalkan bisa wajib / mustahaq (yang ditekankan).
Hak 1, jika engkau bertemu dengan seorang muslim maka berilah salam kepadanya, karena amalan yg sangat mulia diantaranya adalah memberi salam
"kalian tidak akan masuk surga kecuali kalian beriman, kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai "
Maukah aku tunjukkan kepada kalian ttg suatu perkara, jika kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai yaitu sekitar sebarkan lah salam diantara kalian"
Oleh karenanya amalan yang paling mulia kata beliau shallallahu alaihi wa sallam "memberikan makan kepada fakir miskin, beri salam kepada orang yang kau kenal & orang yang tidak kau kenal". Bahkan disebutkan tanda tanda hari kiamat yaitu seorang hanya memberi salam kepada orang yang dikenal saja.
Salam merupakan amalan yang sangat indah, mendoakan orang muslim, dg kita menyebarkan sallam maka akan timbul cinta diantara muslim, tentunya salam ini ada adabnya.

Shahabat Abdullah bin Salam radiallahuanhu
"tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk Madinah pertama kali yang dia dengar kalimat dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam "wahai manusia Sebarkan lah diantara kalian"

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ نْتَ، اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

✒ Tim Transkrip Materi BiAS
_______________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📝 Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut:
🌐http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran

Minggu, 12 April 2015

jagalah diri dari api neraka

🌸 PROGRAM Just One Day One Hadith 🌸
Transkrip Hadits 3⃣
👤 - 💿 Ustadz Arif Fathul Ulum. Lc 
🔊 Transkrip Hadits 3 | Jagalah diri dari api neraka
⬇Download Audio 
https://www.dropbox.com/s/uqb8k76pq0mth94/Fawaid%20hadits%203.mp3?dl=0
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

بسم اللّه الر حمن الر حيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : اتقوا النار ولو بشق تمرة. متفق عليه.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Jagalah diri kalian dari api neraka walau dengan seserpih kurma." 

Hadits ini hadits yang shahih dan agung yang datangnya dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, yang beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam menyatakan

اِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

"Bertaqwalah kalian kepada Allah - jagalah diri kalian dari api neraka walaupun dengan bersodaqoh dengan seserpih kurma".

Hadits ini diriwayatkan oleh imam Bukhori dan Muslim didalam kedua shahih nya yang kemudian juga di dalam riwayat keduanya dengan yang lebih lengkap,

Bahwasanya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda

ﻣَﺎﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪٍ ﺇِﻝ ﺍﺳَﻴُﻜَﻠِّﻤُﻪُ ﺍﻟﻠﻪ
"Tidak ada seorang pun di antara kalian, kecuali nanti (pada hari kiamat) akan diajak bicara oleh Allah,"

لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تَرْجُمَان
"Yang antara dia dengan Allah tidak ada seorang penerjemah pun"

ﻓَﻴَﻨْﻈُﺮُ ﺃَﻳْﻤَﻦَ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﻼ ﻳَﺮَﻯ ﺇِﻻ ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻡ
"Lalu dia melihat ke sebelah kanannya, maka dia tidak meilihat kecuali apa yang telah dilakukannya di dunia"

ﻭَﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺃَﺷْﺄَﻡَ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﻼ ﻳَﺮَﻯ ﺇِﻻ ﻣَﺎﻗَﺪَّﻡَ
"Dan dia melihat ke sebelah kirinya, maka dia tidak melihat kecuali apa yang telah dilakukannya".

ﻭَﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻓَﻼ ﻳَﺮَﻯ ﺇِﻻ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺗِﻠْﻘَﺎﺀَ ﻭَﺟْﻬِﻪ

"Kemudian dia melihat ke depan maka dia tidak melihat kecuali neraka berada di hadapannya".

ﻓَﺎﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭَﻟَﻮْ ﺑِﺸِﻖِّ ﺗَﻤْﺮَﺓ
"Maka takutlah terhadap neraka walaupun (hanya bersedekah) dengan seserpih kurma"

kemudian dalam beberapa redaksioanal yang lain dilanjutkan dengan

ﻓﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺠِﺪْ ﻓﺒﻜﻠﻤﺔٍ ﻃﻴِّﺒﺔ
"Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah, kalimat yang baik".

Hadits yang agung ini menjelaskan tentang keutamaan sedekah meskipun sedekah itu sedikit sekali sebagaimana disebutkan Rasulullah dengan seserpih kurma شِقِّ تَمْرَة yang mana اشِق ini dalam kitab an-nihayah fi ghoribil hadits disebutkan sebagai separuh kurma atau lebih sedikit dari itu hanya seserpih kurma, yang mana sedekah tersebut dapat menyelamatkan dia dari api neraka.

Diantara hadits yang lain yang menunjukkan keutamaan sedekah adalah dimana Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda

اِنَّاﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﻰﺀ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﺗﻄﻔﻰﺀ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﻨﺎﺭ

“Sedekah dapat menghapus kesalahan (dosa) sebagaimana air memadamkan api.” 
(HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Hadits ini sungguh hadits yang agung yang menunjukkan kepada kita sebuah perkara yang penting sekali, yaitu agar kita selamat dari api neraka yang begitu berbahaya yang begitu mengerikan yang tidak pernah seorangpun bisa membayangkan betapa mengerikannya neraka yang adzabnya yang paling ringan adalah adzabnya Abu thalib dimana ketika seseorang meletakkan kakinya di api neraka maka mendidih otaknya, ini adzab yang paling ringan.

Nampak begitu mengerikannya adzab dari neraka maka wajib atas kita semua berlindung diri pada Allah Subhanallahu wa ta'alla dari api neraka, dan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam memberikan kepada kita jalan yang mudah yang tidak sulit sebagaimana dalam hadits ini, yaitu dengan cara bersedekah walaupun itu sedikit sekali namun sudah dapat melindungi dari api neraka.

Dalam sabdanya Rasulullah Shalallahu 'alaaihi wa sallam bersabda

ﺍﺗَّﻘﻮﺍ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭﻟﻮ ﺑﺸﻖِّ ﺗﻤﺮﺓٍ 
"Jagalah diri kalian dari neraka walau dengan seserpih kurma".

Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang tidak boleh meremehkan sedekah meskipun sedikit, karena sedekah ini akan bisa melindungi pelakunya dari api neraka.

Hadits ini juga menunjukkan rahmat Allah yang agung yang sangat luas pada hambaNya dengan memberikan kemudahan dalam melindungi diri dari api neraka dengan cara bersedekah, yang mana sedekah ini tidak dihitung dari jumlahnya tapi dilihat bagaimana dia beritikad beribadah kepada Allah dengan ikhlas dan inilah yang akan dapat melindunginya dari api neraka sebagaimana disebutkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits ini.

Kaum mukminin yang dirahmati Allah Subhanallahu wa ta'alla, sebagaimana dikatakan syeh Abdul Muhsin al abad al badr hafidzahullah "Shodaqoh diantara sebab-sebab keselamatan dari adzab dan kejelekan-kejelekan."

Ini sesuai sebagaimana hadits ini, yang didalamnya Rasulullah bersabda lindungilah diri kalian dari api neraka walau dengan bersedekah seserpih kurma.

Maka kaum mukminin yang dirahmati Allah, hendaknya kita tidak menyia-nyiakan kesempatan ini yaitu melindungi diri kita dari api neraka dengan bersedekah, walaupun sedikit tapi niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah Subhanallahu wa ta'alla bukan untuk dilihat manusia.

Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq kepada kita untuk bisa melaksanakan petunjuk kebaikan
Semoga Allah menjadikan kita bisa melaksanakan shodaqoh kepada Allah Subhanallahu wa ta'alla walaupun hanya dengan sedikit yang semoga Allah menerima seluruh shodaqoh kita. 

بارك الله فيكم 
وأعاذنا الله وإياكم من النار 
فأذخلنا الله الجنة 
خير الدعوة والحمد لله رب العالمين

✒ Tim Transkrip JODOH

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
081808194040

do'a adalah ibadah

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Transkrip Audio Hadits 2⃣
👤 - 💿 Ustadz Arif Fathul Ulum, Lc 
📝 Transkrip Hadits 02 | Doa Adalah Ibadah
⬇Download Audio 
https://www.dropbox.com/s/iyid0vcpedlh1eu/Fawaid%20hadits%202.mp3?dl=0
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

📚Faidah Hadits ke 2

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الدعاء هو العبادة. رواه أبو داود والترمذي واحمد.

Dalam hadits ini Rasul shalallaahu alaihi wassallam menyatakan; "Doa adalah Ibadah". (Hadits Shohih, HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dan Imam Ahmad).

Hadits di atas mirip sekali dengan sabda Rasul yang lain yakni :

الحج عرفة

artinya “ Ibadah Haji itu adalah (wukuf) di Arafah".

Dua hadits tersebut  seakan-akan membatasi bahwa semua ibadah terkumpul dalam doa. atau semua aktivitas ibadah Haji terkumpul saat wukuf di arafah.

Hadits “Doa adalah Ibadah”, menunjukkan betapa sangat pentingnya doa yg merupakan aktivitas ibadah/ubudiyah/penghambaan kepada Allah Ta’ala.

Firman Allah Ta’ala 
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya aku kabulkan doa kalian sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku,  mereka akan masuk ke neraka jahanam dalam keadaan hina dina". 
Qs. Ghafir, ayat 60

Allah memerintahkan setiap mukmin agar setiap mukmin berdoa dan jika sombong dari berdoa masuk dlm neraka  menunjukkan doa adalah bagian dari ibadah.

Sebagaimana disampaikan Syaikh Al Utsaimin dan yang lainnya bahwa doa adalah bagian dari Ibadah.

Ketika seseorang berdoa pada Allah Ta’ ala maka dia telah ber ibadah... mengakui bahwa Allah Maha Sempurna dan Allah Ta’ala pasti akan mengabul kan doanya..

Doa  pada hakikatnya adalah iman thd ubudiyah, mengakui dan menyembah Allah Ta’ala.Hamba tadi mengharap kepada Allah Ta’ala. Inilah hakekat ibadah. Maka dari itu Rasul menyatakan : “ Doa adalah ibadah”.

Dan ketika dinyatakan doa adalah ibadah juga terkumpul (meliputi) syarat terkabulnya doa sebagaimana syarat diterimanya ibadah yakni :

1⃣ Wajibnya ikhlas kepada Allah Ta’ala. 

2⃣ Wajib mengikuti Sunnah Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Ketika seseorang tidak ikhlas dalam beribadah, maka tidak diterima ibadahnya..jika dia berharap kepada mahluk atau  mengharapkan pujian dari manusia, maka tidak ikhlas.

Maka berdoa harus ditujukan kepada Allah Ta’ala.. tidak boleh berdoa ditujukan untuk orang yang sudah mati, atau kepada kuburan, atau kepada pohon keramat, kepada wali atau malaikat atau nabi. Hal ini sama sekali tidak diperbolehkan Allah Ta’ala, karena doa adalah Ibadah yang wajib diberikan semata kepada Allah Ta’ala.

Kaum Mukminin yg di rahmati Allâh Ta'ala

Hadits ini begitu Agung, yang menyatakan begitu agungnya doa yaitu termasuk bagian dari ibadah yang sepantasnya ditujukan hanya kepada Allah Ta’ala..Sebagaimana kita takut, berharap, istighosah dan isti’anah hanya kepada Allah Ta’ala, maka hendaknya kita berdoanya hanya kepada Allah Ta’ala.

Hadits ini menunjukkan kepada kita tentang wajibnya seseorang berdoa kepada Allah Ta’ala semata.. sebagaimana pada hadits yang lain..

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
... إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بالله...

”Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah Ta’ala” .
( HR At Tirmidzi)

Sebagaimana dalam surat al Fatihah kita membaca 
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

"Ya Allah, hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkau lah kami memohon pertolongan". 
Qs. Al Fatihah : 5.

Dalam pernyataan pada surat al Fatihah di atas,  kita sudah berjanji kepada Allah Ta’ala untuk senantiasa beribadah hanya kepada-Nya semata yang termasuk didalamnya berdoa, wajib hanya kepada Allah Ta’ala semata.

Kaum Mukminin yang dirahmati Allâh Ta'ala

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang berdoa hanya kepada Allah Ta’ala semata dan termasuk orang-orang yang doanya dikabulkan oleh Allah Ta’ala serta termasuk orang yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan berdoa dan dengan ibadah yang lainnya.

والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

✒ Tim Transkrip JODOH

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
081808194040

kebaikan akhlaq pengiring taubat

🌸 PROGRAM Just One Day One Hadith 🌸

👤 - 💿 Ustadz Arif Fathul Ulum. Lc 
🔊 Tasrif Hadits 1 | Taubat, iringilah kebaikan serta akhlaq yang baik

⬇Download Audio 
https://www.dropbox.com/s/dec3olpqb3vr2t3/Fawaid%20hadits%201.mp3?dl=0
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
📝 HADITS 1 
بسم اللّه الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : اتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن. رواه الترمذي

Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun engkau berada dan iringilah kejelekan dengan kebaikan agar kebaikan menghapus kejelekan tersebut dan pergaulilah manusia dengan akhlaq yang baik.

Hadits ini diriwayatkan oleh imam Tirmidzi dalam jamii'nya, dan beliau mengatakan hadits ini hadits yang hasan yang juga dinyatakan shohih oleh para ulama yang lain dan dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashirudin al-albany dalam shahiih al-jamii' al-shoghir.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
اِتَّقِ اللّه حَيْثُمَا كُنْتَ 
" Bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun engkau berada "

Taqwa artinya adalah ittikhodhu bi qoyah min adzabbillah dari kata mengambil wiqoyah perhitungan dari adzab Allah dengan melaksanakan perintah-perintah Allah Subhanallahu wa ta'ala dan menjauhi larangan-laranganNya.

Ini adalah taqwa yang merupakan definisi yang terbagus sebagaimana dijelaskan oleh para ulama seperti Syaikh Muhammad Utsaimin dan yang lainnya.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
اِتَّقِاللّه حَيْثُمَا كُنْتَ  
"Bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun engkau berada"

maknanya yaitu dimanapun engkau berada maka hendaknya engkau bertaqwa kepada Allah, entah dilihat oleh manusia atau tidak dilihat oleh manusia maka sesungguhnya Allah selalu melihatmu dimanapun engkau berada sehingga hendaknya engkau bertaqwa kepadaNya.

Kemudian kembali Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا

"dan iringilah kejelekan dengan kebaikan"

yaitu hendaknya setelah melakukan kejelekan segera melakukan kebaikan yang dengan melakukan kebaikan ini semoga kejelekan yang sebelumnya bisa terhapus. 

Dan disebutkan diantara kebaikan setelah kejelekan adalah bertaubat kepada Allah Subhanallahu wa ta'ala karena taubat adalah kebaikan, bahkan tidak ada kebaikan yang bisa menghapus seluruh kejelekan melainkan taubat, تَمْحُهَا  yaitu bahwa kebaikan akan menghapus kejelekan yang sebagaimana Allah Subhanallahu wa ta'ala berfirman dalam al-quran

......إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُدْهِبْنَ السَّيِّئَاتَ......

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghilangkan kejelekan-kejelekan  
(QS Hud ayat 114)

ini menunjukkan bahwa perintah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika seseorang melakukan kejelekan agar segera dia melakukan kebaikan dan diantara kebaikan yang paling utama setelah melakukan kejelekan adalah bertaubat kepada Allah Subhanallahu wa ta'ala. 
dan juga secara umum seluruh kebaikan-kebaikan akan menghapus kejelekan-kejelekan yang sebelumnya sebagaimana dalam hadits ini
Firman Allah Subhanallahu wa ta'ala

.......إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُدْهِبْنَ السَّيِّئَاتَ.......

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghilangkan kejelekan-kejelekan.
Qs Hud ayat 114.

Hadits ini merupakan hadits yang agung yang nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam nampak begitu sangat dari semangat beliau untuk mengarahkan umatnya kepada kebaikan dan juga kepada perkara  maslahat, yang baik bagi mereka.

Kemudian dari sini menunjukkan wajibnya bertaqwa kepada Allah Azza Wajalla dimanapun berada, dalam kondisi sendiri maupun di tengah orang banyak, dalam kondisi sembunyi maupun terang-terangan yang mana nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda اِتَّقِ اللّه حَيْثُمَا كُنْتَ  bertaqwalah engkau dimanapun engkau berada.

Kemudian hadits ini juga menunjukkan ketika seseorang melakukan kebaikan setelah melakukan kejelekan, maka kebaikan akan menghapus kejelekan tersebut dan ada kebaikan yang bisa menghapus kejelekan secara keseluruhan yaitu taubat, yang taubat tajubbu ma qoblaha yang akan menghapus kejelekan yang sebelumnya, jika taubat dengan taubat yang mansukh taubat yang sebenarnya taubat yang terpenuhi syarat2nya yaitu 
🌷 ikhlaskan kepada Allah Subhanallahu wa ta'ala 
🌷 kemudian dia segera meninggalkan kemaksiatan tersebut
🌷 kemudian dia berazzam berniat sungguh2 untuk tidak mengulang dari perbuatannya
🌷 dan kalau berhubungan dengan hak  manusia dia mengembalikan hak tersebut
🌷 dan waktu taubat sebelum ditutup, yaitu sebelum nyawa di tenggorokan atau sebelum matahari terbit dari barat
maka taubatnya akan menghapus seluruh kejelekan yang dilakukan sebelumnya

maka disebutkan bahwa athoifu min adzam kamala dzambalah sesudah bertaubat dan setelah itu seakan-akan dia tak berdosa

Adapun jika kebaikan ini bukan taubat namun amalan kebaikan yang lainnya, maka disebutkan oleh Syekh Muhammad Saleh Utsaimin bahwa ini dengan waazanah yaitu ketika kebaikan ini bisa mengalahkan kejelekan maka bisa hilang dari ashar atau pengaruh kejelekan tersebut.

kemudian dalam hadits ini juga Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan agar setiap muslim mempergauli manusia dengan akhlaq yang baik dan akhlaq mulia yaitu dengan ucapan yang baik dan dengan perbuatan yang baik dan perintah untik bermuamalah pada manusia dengan akhlaq yang mulia ini bisa hukumnya wajib bisa hukumnya adalah isthitaf.
🌹  yang wajib adalah ketika seseorang melakukan hal-hal yang hendaknya diwajibkan atas dirinya, 
- Yaitu wajibnya dia jujur, wajibnya dia berupaya untuk menghindarkan kebohongan kedustaan
- Wajibnya dia amanah yang adalah hukumnya wajib

🌹 kemudian juga ini bisa mustahat bisa hukumnya sunnah ketika seseorang lebih utama melakukannya meskipun dia tidak berdosa ketika melakukannya ketika meninggalkannya lebih utama kemudian melaksanakannya lebih utama.

kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhanallahu wa ta'alla demikianlah dalam hadits yang agung ini Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengumpulkan beberapa hal yang sangat bermanfaat bagi kita semua
🌿 yang pertama adalah bertaqwa kepada Allah dimanapun kita berada, yang dengan taqwa ini kita akan mendapatkan seluruh kebaikan dan dengan taqwa seseorang akan mendapatkan semua yang diinginkan dari apa yang diharapkan dari kebaikan atau apa yang ditakuti dari kejelekan. 
🌿 kemudian juga hendaknya kita segera melakukan kebaikan setelah melakukan kejelekan, bertaubat kemudian juga melakukan kebaikan yang lain
🌿 dan hendaknya kita mempergauli manusia dengan akhlaq yang mulia

inilah yang akan membawa kebaikan bagi kita semua dan semoga Allah Subhanallahu wa ta'alla menjadikan kita semua orang-orang yang bertaqwa kepada Allah Subhanallahu wa ta'alla yang selalu segera bertaubat kepada Allah dan selalu berbuat kebaikan kemudian juga bisa mempergauli manusia dengan akhlaq yang baik sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya 

akhirul kalam, 
wabillahi taufiq wal hidayah 
khoirul dakwah walhamdulillahi robbil 'alamin

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
081808194040
081911131555

Kamis, 26 Februari 2015

program BISA




بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

 

 adalah sebuah program yang dicanangkan oleh Abu Razin.  Kalau dulu belajar bahasa arab harus datang ke tempat pertemuan, tatap muka dengan guru dan teman-teman seperjuangan, kini belajar bahasa arab bisa dilakukan hanya dengan bermodalkan smartphone dan koneksi internet. Program BISA (Belajar Ilmu bahaSa Arab) adalah sebuah program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bahasa arab yang diselenggarakan melalui media Whatsapp. Smartphone android, iPhone, atau lainnya, selama bisa install Whatsapp, dan support tulisan arabic (penting, namun opsional), bisa digunakan sebagai alat untuk belajar.

Sistem belajar Program BISA ini relatif simpel. KBM diselenggarakan dalam waktu 8 minggu, dengan pertemuan seminggu sekali setiap hari ahad pukul 16.00 s.d. 17.30. Materi berupa audio akan diberikan sebelum pertemuan, untuk memberikan kesempatan kepada peserta program agar dapat mendengarkan materi terlebih dahulu. Sementara buku diktat berupa PDF yang disusun Abu Razin tersedia secara gratis untuk diunduh. Memasuki waktu pertemuan, 25 peserta yang dikumpulkan dalam satu grup Whatsapp dipersilakan untuk bertanya kepada pembimbing di grup tersebut mengenai kesulitan-kesulitan atau hal-hal yang belum jelas terkait materi yang telah diberikan sebelumnya. Di penghujung pertemuan, peserta akan diberikan PR hafalan dan PR tulisan yang harus dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu. Selesai. Simpel bukan?

Materi yang diberikan di kelas Program BISA merupakan materi dasar bahasa arab. Saat ini, materi yang diberikan baru sebatas pada kaidah dasar shorof. Bukan materi yang berat. Cukup mudah diikuti oleh peserta yang belum mengerti bahasa arab, apapun profesinya, berapa pun usianya. 

Program BISA saat ini telah mengembangkan programnya dengan menambah item-item baru yaitu BINA dimana yang diajarkan adalan ilmu Nahwu secara dasar yang saat ini sudah sampai pada angkatan ke 3, selain itu juga ada JODOH (Just One Day One Hadits) yang merupakan program hafalan hadits-hadits pendek dan direncanakan akan sampai level 12, untuk JODOH ini saat ini sedang sampai angkatan ke 4.  

dengan slogan "belajar bahasa arab nggak harus nyantren" dan sistem yang mudah program ini jadi terus bisa bertahan dan berkembang dengan baik.  Pesertanya pun dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat, peserta dari luar negeri pun tidaklah sedikit. itu semua berkat Rahmat dari Allah semata, yang didukung oleh sistem yang berjalan. Dalam pengamatan saya sistem yang ada di dalamnya seperti sistem yang digunakan oleh banyak pondok pesantren modern, salah satunya adalah adanya pengabdian.  Setiap peserta yang telah lulus suatu program atau level program (utk JODOH) maka diharapkan mereka mengabdi sebagai pembimbing kelas berikutnya, demikian seterusnya jenjangnya akan naik. 

program ini pun memiliki fanpage yang berkembang baik, untuk ilmu sharaf fanpage nya a program BISA, sedang untuk hafalan hadits fanpage nya adalah program JODOH.

demikian ulasan yang bisa saya sampaikan, untuk info selanjutnya BISA klik link ini program bisa.

sukses selalu tuk program bisa


Senin, 15 Desember 2014

Perbaiki Sholat - mu



Membaguskan shalat adalah suatu kuwajiban

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
“Suatu hari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengerjakan shalat, dan setelah selesai beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
يَا فُلَانُ أَلَا تُحَسِّنُ صَلَاتَكَ أَلَا يَنْظُرُ الْمُصَلِّي كَيْفَ يُصَلِّي لِنَفْسِهِ إِنِّي أُبْصِرُ مِنْ وَرَائِي كَمَا أُبْصِرُ بَيْنَ يَدَيَّ
‘Wahai Fulan, kenapa engkau tidak membaguskan shalatmu? Kenapa orang yang shalat itu tidak mau intropeksi bagaimana ia mengerjakan shalat untuk dirinya? Sesungguhnya aku mampu melihat dari belakangku seperti aku melihat melalui depanku’..”

Dalam riwayat lain:
“Rasulullah shalat zhuhur mengimami kami, setelah salam beliau memanggil seorang laki-laki yang ada di shaf terakhir, beliau bersabda,
يا فلان ، ألا تتقي الله !؟ ألا تنظر كيف تصلي ؟! إن أحدكم إذا قام يصلي إنما يقوم يناجي ربه … فلينظر كيف ينجيه ! إنكم ترون أني لا أ راكم ، إني و الله لأرى من خلف ظهري ، كما أرى من بين يدي
‘Wahai fulan, tidakkah kamu bertakwa kepada Allah. Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana kamu shalat? Sesungguhnya salah seorang dari kalian jika dia berdiri shalat, dia berdiri bermunajat kepada Rabbnya maka hendaknya dia memperhatikan bagaimana dia bermunajat kepadaNya, sesungguhnya kalian beranggapan aku tidak melihat kalian. Demi Allah, sesungguhnya aku melihat di belakang punggungku seperti aku melihat di depanku’.”

Dan juga riwayat beliau yang lain:
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنِّي لَأَنْظُرُ إِلَى مَا وَرَائِي كَمَا أَنْظُرُ إِلَى مَا بَيْنَ يَدَيَّ فَسَوُّوا صُفُوفَكُمْ وَأَحْسِنُوا رُكُوعَكُمْ وَسُجُودَكُمْ
“Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya aku dapat melihat apa yang ada di belakangku sebagaimana aku dapat melihat apa yang ada di depanku, maka luruskanlah barisan shalatmu serta perbagus ruku’ dan sujud kalian.”
(Shahiih; Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, an-Nasaa-iy, Ibnu Khuzaimah dalam shahiihnya, al-Hakim dalam shahiihnya; dan selainnya)

An-Nawawi berkata dalam Syarah Shahih Muslim,
“Para ulama berkata,
‘Maknanya adalah bahwa Allah menciptakan untuk Nabi daya kemampuan untuk mengetahui di tengkuknya yang dengannya dia melihat di belakangnya. Dan mukjizat terjadi pada Nabi lebih dari ini dan tidak ada bukti akal dan syara’ yang menolak ini bahkan syara’ datang menjelaskannya secara zhahir, maka ia harus diyakini.”

Al-Qadhi berkata,
“Imam Ahmad bin Hanbal dan jumhur ulama berkata, ‘Penglihatan Nabi ini adalah penglihatan dengan mata kepala secara hakiki.”

Mengapa shalat harus dibaguskan, hal ini disebabkan  Jika shalat tidak diterima, maka amalan yang lain pun tidak diterima

Dari Abu Hurrayrah, Rasulullah bersabda:
الصلاة ثلاثة أثلاث : الطهور ثلث ، والركوع ثلث ، والسجود ثلث ، فمن أداها بحقها قبلت منه وقبل منه سائر عمله ومن ردت عليه صلاته رد عليها سائر عمله
“(Hak) shalat itu ada tiga bagian, bersuci sepertiga, ruku’ sepertiga dan sujud sepertiga. Barangsiapa melaksanakan dengan memenuhi haknya, maka shalat tersebut diterima darinya dan sisa amalnya yang lain juga diterima. Barangsiapa yang shalatnya ditolak (karena tidak memenuhi haknya), maka sisa amalnya yang lain ditolak.”

[Diriwayatkan oleh al-Bazzar, d a n d ia berkata, "Kami tidak mengetahuinya diriwayatkan secara marfu' kecuali dari hadits al- Mughirah bin Muslim." (Al-Hafizh berkata), "Sanadnya hasan." HN. 539 dalam shahiih at targhiib wat tarhiib]

Lalu bagaimanakah shalat yang bagus tersebut 

dari [Abu Hurairah] radliallahu ‘anhu

bahwa (ia menceritakan bahwa ada) seorang laki-laki memasuki masjid, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tengah duduk di pojok masjid, kemudian laki-laki itu mengerjakan shalat. Seusai shalat ia datang menemui beliau sambil mengucapkan salam, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya:
وَعَلَيْكَ السَّلَامُ فَارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ
“Wa’alikas salam, Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum mengerjakan shalat! ‘
lalu ia kembali lagi dan mengulangi shalatnya.

Seusai shalat ia datang lagi sambil mengucapkan salam dan beliau bersabda:
وَعَلَيْكَ السَّلَامُ فَارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ
“Wa’alaikas-salam. Kembali dan ulangi lagi shalatmu karena kamu belum mengerjakan shalat! ‘

Lalu orang tersebut berkata ketika disuruh mengulangi yang kedua kali atau setelahnya;
“Ajarilah aku wahai Rasulullah!”

Dalam riwayat lain disebutkan:
‘Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik selain daripada ini, ajarkanlah kepadaku.’

Dalam riwayat lain disebutkan:
“Beritahukan dan ajarilah aku, karena aku hanyalah manusia biasa, kadang benar dan kadang salah, ”

Selanjutnya beliau bersabda:
إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغْ الْوُضُوءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ بِمَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَسْتَوِيَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا
‘Jika kamu hendak mengerjakan shalat, maka sempurnakanlah wudlu’, lalu menghadap ke arah Kiblat, setelah itu bertakbirlah, kemudian bacalah Al Qur’an yang mudah bagimu. Kemudian ruku’lah hingga kamu benar-benar ruku’ dan bangkitlah dari ruku’ hingga kamu berdiri tegak. Lalu sujudlah kamu hingga kamu benar-benar sujud, dan bangkitlah hingga kamu benar-benar duduk, setelah itu sujudlah hingga kamu benar-benar sujud, lalu bangkitlah hingga kamu benar-benar duduk, dan Kerjakanlah semua hal tersebut pada setiap shalatmu.”

[Abu Usamah] mengatakan di akhir haditsnya;
‪…‬حَتَّى تَسْتَوِيَ قَائِمًا
“Sehingga kamu benar-benar berdiri.”

dalam riwayat Abu dawud ditambahkan:
فَإِذَا فَعَلْتَ هَذَا فَقَدْ تَمَّتْ صَلَاتُكَ وَمَا انْتَقَصْتَ مِنْ هَذَا شَيْئًا فَإِنَّمَا انْتَقَصْتَهُ مِنْ صَلَاتِكَ
“Jika kamu melakukan seperti ini, maka shalatmu menjadi sempurna, dan apabila kamu mengurangi dari cara ini, berarti kesempurnaan shalatmu juga akan terkurangi.”


Ketika seseorang tidak menyempurnakan shalatnya sesungguhnya dia bagaikan seorang pencuri, bahkan lebih buruk daripada itu karena Pencuri yang paling buruk adalah orang yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya (shalatnya)

Dari Abu Qatadah berkata, Rasulullah bersabda,
أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاتِهِ
“Orang paling buruk pencuriannya adalah orang yang mencuri dari shalatnya.”

Mereka bertanya,
“Ya Rasulullah, bagaimana dia mencuri dari shalatnya?”
Rasulullah menjawab,
لا يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَلا سُجُودَهَا
“Dia tidak menyempurnakan ruku’- nya tidak pula sujudnya,”

-atau beliau bersabda-
لا يُقِيمُ صُلْبَهُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ
“Tidak menegakkan tulang punggungnya dalam ruku’ dan sujud-.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad, ath-Thabrani dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya dan al-Hakim, dan dia berkata, “Sanadnya shahih.”; hadits ini juga dihasankan oleh Syaikh al-Albaniy dalam at-targhiib wat tarhiib; no. 524)

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda,:
أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ صَلاتَهُ
“Orang yang paling buruk pencuriannya adalah orang yang mencuri shalatnya.”

Dia berkata,
“Bagaimana dia mencuri shalatnya?”
Beliau menjawab,
لا يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَلا سُجُودَهَا
“Dia tidak menyempurnakan ruku’ dan tidak pula (menyempurnakan) sujudnya.”
(Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mu ‘jam al-Ausath, Ibnu Hibban dalam Shahihnya dan al-Hakim dan dia menshahih- kannya. dihasankan oleh al-albaaniy dalam at-targhiib wat tarhiib; HN. 533)

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Yahya bin Sa'id] dari [Nu'man bin bin Murrah], bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya:
مَا تَرَوْنَ فِي الشَّارِبِ وَالسَّارِقِ وَالزَّانِي وَذَلِكَ قَبْلَ أَنْ يُنْزَلَ فِيهِمْ
“Apa pendapat kalian tentang peminum, pencuri dan pezina?”
pada saat itu belum turun ayat kepada mereka yang menjelaskan tentang hal itu.

Mereka menjawab;
“Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Beliau bersabda:
هُنَّ فَوَاحِشُ وَفِيهِنَّ عُقُوبَةٌ وَأَسْوَأُ السَّرِقَةِ الَّذِي يَسْرِقُ صَلَاتَهُ
“Semua itu adalah perbuatan keji dan di dalamnya terdapat hukuman. Sejelek-jelek pencuri ialah orang yang mencuri dalam shalatnya.”

Mereka bertanya;
“Wahai Rasulullah, bagaimana seorang mencuri shalatnya?”
Beliau menjawab:
لَا يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَلَا سُجُودَهَا
“Dia tidak menyempurnakan rukuknya dan sujudnya.”
(HR. Maalik; Shahiih Lighairihi sebagaimana dikatakan syaikh al-albaaniy dalam at-targhiib wat tarhiib HN. 534)

Syaikh al-Albaniy berkomentar terhadap hadits ini:
An-Nu’man ini adalah seorang tabiin besar. Dikatakan di at-Taqrib, “…dia adalah seorang al-Anshari az- Zuraqi al-Madani, tsiqah dari tingkatan kedua. Dan keliru orang yang menganggapnya sahabat.” Dari sini semestinya penulis mengisyaratkan dengan ucapannya setelah dia mentakhrijnya,
‘hadits ini mursal’, sebagai- mana itu adalah kebiasaannya dalam hadits-hadits senada agar tidak dipahami secara salah bahwa dia adalah sahabat seperti yang dilakukan oleh Imarah dalam cetakannya di mana dia menambahkan, yang justru membuatnya semakin kabur. Akan tetapi hadits ini didukung oleh hadits sebelumnya. Ibnu Abdul Bar di at-Tamhid berkata 23/409,
“Para rawi dari Malik tidak berbeda pendapat bahwa ia mursal. Ia adalah hadits shahih yang dikuatkan dari beberapa jalan periwayatan di antaranya dari hadits Abu Hurairah dan hadits Abu Said.”

Kemudian dia menurunkan sanad keduanya. Dan hadits Abu Hurairah telah hadir sebelum ini.
Dari Abdullah bin Mughaffal dia berkata, Rasulullah bersabda:
أَسْوَأُ النَّاسِ الَّذِي يَسْرِقُ صَلَاتَهُ
“Pencuri terburuk adalah yang mencuri shalatnya.”

Rasulullah ditanya,
“Ya Rasulullah, bagaimana mencuri shalatnya?”
Beliau menjawab,
لا يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَ سُجُودَهَا
“Tidak menyempurnakan ruku ‘dan sujudnya.”
و أَبْخَلَ النَّاسِ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلامِ
“Dan orang yang terkikir adalah yang kikir terhadap salam.”

(Diriwayatkan oleh ath-Thabrani di ketiga Mu ‘jamnya dengan sanad baik (jayid). hadits ini juga dihasankan oleh Syaikh al-Albaniy dalam at-targhiib wat tarhiib; no. 525)

Mengapa ruku' dan sujud harus sempurna, karena Allah TIDAK MENERIMA SHALAT orang yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
إِنَّ الرَّجُلَ لَيُصَلِّي سِتِّينَ سَنَةً وَلا يَقْبَلُ اللَّهُ لَهُ صَلاةً
Sesungguhnya seseorang melaksanakan shalat selama ENAM PULUH TAHUN, akan tetapi TIDAK SATUPUN shalatnya diterima Allah…
لَعَلَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ ، وَلا يُتِمُّ السُّجُودَ
Disebabkan karena ia tidak menyempurnakan ruku’ atau tidak menyempurnakan sujud…
(HR Abul Qasim ashbahaniy, dan selainnya: dihasankan oleh Syaikh al albaaniy [lihat ash shahiihah dan shahiih at targhiib wat tarhiib])





disusun ulang dari berbagai sumber oleh :
Moh. Eko Subekti bin Sujitno bin Darmo Soemarto bin Khasan Moebari bin Taslim 

Kamis, 27 November 2014

I B U







Bagaimana jadinya seorang anak bisa dilihat bagaimana cara mendidik orangtua nya, bagaimana orangtua memberikan teladan, dan bagaimana hubungan orangtua dengan Sang Khalik.
Lihatlah bagaimana ibu dari Imam Asy-Syafii Rahimahullah, ibu dari imam Ibn Katsir Rahimahullah yang semenjak beliau dalam kandungan sang ibu selalu melantunkan ayat-ayat Allah, lihat ibu dari Syeh Bin baz Rahimahullah yang setia mengantarkan anaknya mendatangi majlis ilmu. 
Dan berikut ini bagaimana salah satu sikap dari ibu Asy-Syaikh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika menerima surat dari anaknya yang sedang dipenjara dan menyampaikan permohonan maaf disebabkan jauhnya beliau dari sang ibu serta waktu yang lama beliau tinggal di kota Mesir :


Inilah yang beliau katakan :

" Anakku yang tercinta, yang kuridhai Ahmad bin Taimiyah ; 
wa 'alaika assalam warahmatullahi wa barakatuh wa maghfiratuh wa ridhwanuh.

Sesungguhnya, Demi Allah untuk yang seperti inilah aku mendidikmu sejak kecil, dan demi menolong agama Islam dan kaum muslimin aku mempersembahkanmu dan demi Syari'at agamu aku mengajarkan ilmu kepadamu. 

Dan jangan engkau mengira kedekatanmu dariku lebih aku cintai dari kedekatanmu terhadap agamamu dalam rangka engkau menolongnya beserta kaum muslimin diseluruh penjuru dunia... 

Bahkan, ketahuilah wahai anakku, keridhaanku kepadamu itu kembali pada sejauh mana engkau menolong agama Allah dan kaum muslimin. 
Dan esok di hari kiamat aku tak akan menuntutmu di hadapan Allah karena jauhnya engkau dariku, karena aku tahu dimana dan apa yang engkau lakukan...


Bahkan wahai anakku Ahmad !,

aku akan menuntutmu di hadapan Allah ketika engkau lalai menolong agama Allah dan pengikutnya kaum muslimin. 

Semoga Allah senantiasa meridhaimu wahai Anakku, menerangi perjuangan dan meluruskan setiap langkahmu, dan semoga Allah mengumpulkan kita di bawah naungan 'ArsyNya dimana tiada naungan selain naunganNya.


Wasaalamu alaikum warahmatullah wa barakatuh

(majmu' fatawa 28/48)


Sebuah contoh bagaimana seharusnya kita sebagai orangtua, bagaimana kita harus mendidik anak.  Dan menjadikan diri ridho atas segala perbuatan baik anak sehingga mendatangkan pula ridho dari Allah




 disusun sarikatakan kembali oleh
Moh. Eko Subekti bin Sujitno bin Darmo Soemarto bin Khasan Mubari