Minggu, 06 Oktober 2024

Saat nya tuk Beranjak

 
 

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

 

Innal hamda lillahi, nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu.  Sungguh segala puji hanyalah milik Allah, dan kita senantiasa memuja dan memuji-Nya, memohon pertolongan hanya kepada-Nya dan memohon ampun atas dosa-dosa yang kita lakukan.
 
Wa na’udzubillahi min suruuri anfusinaa wa min sayyi’ati a’malina.   Dan kita berlindung kepada Allah Tabaroka Ta'alla dari kejahatan jiwa kita dan keburukan amal perbuatan kita yang kita sendiri tak pernah tahu akibat daripadanya.
 
Man yahdihillahu fa laa yudhillalahu ma wan yudhlil fa laa haadiyalahu.
Barangsiapa dikarunikan petunjuk Allah Subhanallahu Wata'alla maka tidak ada satu orang pun manusia yang dapat menyesatkan dia, beribu preman datang untuk menyesatkan dan memindahkan langkahnya dari jalan kebenaran maka sedikitpun langkahnya tidak akan tergerakkan, kecuali bila Allah mengijinkannya.  Dan sebaliknya barangsiapa yang tersesat dalam kehidupan ini, maka tidak ada satu pun manusia  yang dapat mengembalikan dia kepada hidayah kecuali Allah Ta'alla. 
Oleh sebab itu dalam setiap shalat kita, kita senantiasa memohon kepada Allah Tabaroka Wata'alla dengan mengucapkan  اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  tunjukkan kepada kami ya Allah bimbinglah kami kepada jalan yang lurus.
Karna kita memang tak pernah tahu, apakah kini tatkala kita sedang dalam kondisi iman yang baik sementara nanti sore, sebagian dari kita sudah tidak lagi beriman. Oleh karena itu, ingatlah sabda Rasulullah -صلى الله عليه وسلم  :

  
   " بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا"
Bersegeralah kalian untuk beramal, sebelum datang fitnah-fitnah yang seperti potongan gelapnya malam. (karena dahsyatnya fitnah tersebut) sehingga di pagi hari seorang itu mukmin, dan di sore harinya sudah kafir. Dan (adapula) yang di sore hari dia mukmin, lalu di pagi harinya dia kafir.......
(HR. Muslim no. 328 dari Abu Hurairah)
 
Oleh karena itu marilah kita senantiasa memohon kepada Allah agar kita di tetapkan dalam agama-Nya.
 
Asyhadu anla ilaaha illAllah wah dahu lasyarikallah Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa Rasuulullah   
Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan tidak ada yang pantas mendapatkan pengabdian kita tiada yang layak mendengar do'a dan rintihan kita selain Allah عزّوجلّ semata, Dia Yang Esa dan sungguh tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya, yang diutus ke muka bumi ini untuk menancapkan pilar-pilar Tauhid dan mengajarkan kepada umat syariat Allah.   Semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada beliau Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga hari kiamat kelak.


Kurang lebih 1436 tahun yang lalu terjadi suatu peristiwa besar yang selalu diingat oleh setiap kaum muslim, yaitu peristiwa hijrahnya nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم . Dan rangkaian peristiwa itu dimulai 13 tahun sebelumnya, yaitu saat Rasulullah صلى الله عليه وسلم  pertama kali menerima wahyu ketika sedang berkhalwat (menyepi) di gua Hira'. 

Ketika pertama kali beliau mendapatkan wahyu tersebut, betapa gelisah, cemas dan khawatir hati beliau sehingga seluruh tubuhnya gemetar maka segeralah pulang kepada istri beliau Khadijah binti khuwailid lalu dikatakannya, "selimuti aku.....lekaslah selimuti aku" demi menyaksikan keadaan yang demikian, beliau Rhadiyallahu 'anha begitu khawatir dan segera menyelimuti beliau.  

Manakala sudah tenang, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم  pun mulai bercerita bagaimana malam ketika peristiwa itu terjadi beliau melihat cahaya seterang cahaya shubuh dan nampak seseorang yang belum pernah dikenalnya berkata
 

أبشر يا محمد, أنا جبريل, و أنت رسول الله إلى هذه الأمة

Gembiralah, ya Muhammad, Saya Jibril dan engkau adalah rasul Allah kepada umat ini.

Kemudian Jibril mengatakan

 

اقرأ

"Bacalah !"

Nabi pun menjawab

 

ما أنا بقارئ

"Saya tidak bisa membaca."

 

Orang itu yang tak lain adalah jelmaan jibril kemudian memegang beliau dan memeluknya sekeras-kerasnya sambil berkata seperti sebelumnya dan dijawab oleh beliau dengan jawaban yang sama, hal ini pun berlaku beberapa kali. Setelah pelukan yang ketiga atau yang ke sekian, Jibril berkata:

 
. اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

. خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ

. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

. عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

 Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan, yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang telah mengajar (manusia) dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang ia tidak tahu.  

 

Setelah menceritakan hal tersebut Rasulullah berkata kepada Khadijah "aku takut akan terjadi sesuatu padaku." Maka  Khadijah menjawab. “Demi Allah, tidak akan terjadi apa-apa. Allah tidak akan membuatmu hina, karena engkau adalah yang selalu menyambung silaturahim, engkau suka berderma menolong fakir miskin, menghormati tamu dan membantu orang-orang yang tertimpa musibah serta selalu menegakkan kebenaran”.

 Setelah itu Khadijah pergi bersama Nabi menemui Waraqah bin naufal bin Asad bin Abdul Uzza, kemudian beliau berkata kepada Waraqah, 

"wahai anak pamanku. Dengarkan kabar dari anak saudaramu ini." 

Waraqah bertanya kepada Nabi, "Wahai anak saudaraku. Apa yang terjadi atas dirimu?" 

Nabi kemudian menceritakan kepadanya semua peristiwa yang telah dialaminya. Waraqah lalu berkata, "Inilah Namus(wahyu/jibril), sebagaimana yang pernah diutus Allah kepada Nabi Musa."

Kemudian Waraqah membuat pernyataan " Duhai demi Allah, seandainya aku masih muda ketika kamu diusir oleh kaummu, maka aku akan sekuat-kuatnya membelamu secara mati-matian " 

Nabipun tersentak dan bertanya, "Apakah mereka akan mengusir aku?" 

Waraqah menjawab, "Ya, betul. Belum ada seorang pun yang diberi wahyu seperti engkau yang tidak dimusuhi dan di sakiti orang"

[Hadits ke - 3 dari  Shahih Bukhari (صحيح البخارى), dalam kitab Bad’il Wahyi (كتاب بدء الوحى) (Permulaan Turunnya Wahyu)]

 

Dalam hadits diatas Waraqah memberi kesaksian bahwa yang datang kepada Nabi adalah wahyu. Melalui Namus (malaikat), sebagaimana telah datang kepada Musa sebelumnya. Dalam kesempatan lain Waraqah juga mengatakan "Namus Isa" kepada Khadijah. Dan keduanya adalah benar. Ini juga menjadi bukti bahwa kerasulan Muhammad telah ada dalam kitab suci sebelumnya sehingga seorang ahli kitab seperti Waraqah yang tidak hanya baik akhlaknya tetapi juga alim bisa mengetahui tanda-tandanya.

Lalu Waraqah menambahkan keterangan bahwa salah satu resiko kenabian adalah permusuhan dan pengusiran dari kaumnya. Kelak apa yang disampaikan waraqah ini benar-benar terbukti, yaitu sebagai awal sebab hijrahnya Nabi. Namun keinginan Waraqah untuk menolong Nabi tidak bisa dipenuhi sebab tidak berapa lama setelah itu beliau meninggal dunia.

 

  ♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥✽✽♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥




Sebagaimana yang disampaikan oleh Waraqah bin naufal bin Asad bin Abdul Uzza maka benar adanya, bahwa dalam perjalanan dakwah terbuka beliau
صلى الله عليه وسلم  sungguh mendapat rintangan dan tantangan yang besar dari penduduk Mekkah dan akhirnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم beserta para sahabat melakukan hijrah ke Madinah.  Sebab dipilihnya Madinah sebagai tujuan Hijrah tak lain adalah wahyu Allah عزّوجلّ  sebagaimana tertera dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

رَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أُهَاجِرُ مِنْ مَكَّةَ إِلَى أَرْضٍ بِهَا نَخْلٌ فَذَهَبَ وَهَلِي إِلَى أَنَّهَا الْيَمَامَةُ أَوْ هَجَرُ فَإِذَا هِيَ الْمَدِينَةُ يَثْرِبُ

Aku pernah mimpi berhijrah (pindah) dari Makkah menuju suatu tempat yang ada pohon kurmanya. Lalu aku mengira daerah itu ialah Yamamah atau Hajr (Ahsâ`), (namun) ternyata daerah itu adalah Yatsrib(nama asli kota Madinah).

{ HR al-Bukhâri/al-Fath (7/226) dan Imam Muslim (4/1779). Lihat as-Siratun-Nabawiyatush-Shahîhah, hlm. 201} 


Keadaan ini (Hijrahnya kaum muslimin) sangat menyakitkan hati kaum kafir Quraisy. Sehingga mendorong mereka melakukan berbagai upaya untuk menghalangi kaum muslimin hijrah. Misalnya dengan menahan harta kaum muslimin dan melarang membawanya. Terkadang dengan menahan dan mengurung sebagian anggota keluarga kaum muslimin. Disamping itu, mereka juga melakukan supaya kaum muslimin yang sudah berada di Madinah kembali ke Makkah.

Namun upaya kaum kafir Quraisy ini tidak membuat kaum muslimin bergeming dari niat semula. Mereka benar-benar sudah siap berpisah dengan harta benda miliknya, keluarganya, dan kenikmatan dunia dan penghidupan lainnya yang telah mereka peroleh di Makkah, demi menyambut panggilan aqidah. Bahkan mereka mengadakan sayembara, yaitu barangsiapa dapat membawa kembali Nabi
صلى الله عليه وسلم hidup ataupun mati akan mendapat hadiah 100 ekor unta. Dan benar, maka ada satu orang yang berhasil mengejar nabi, dia adalah Suroqoh bin Malik, namun setiap kali mendekat maka Soroqoh terpelanting bersama kudanya, dan ini terjadi sampai tiga kali hingga akhirnya Suroqoh bin Malik menyerah dan berkata "amn...aman..." kemudian beliau menyatakan keimanannya dan masuk Islam. Demikianlah hijrah ini menjadi pijakan pertama berkibarnya panji tauhid.








 

 

Mencoba Bangun

 Setelah lama tertidur terlelap dalam kesunyian hati maka hal tersulit adalah kembali bangun untuk mencoba memulai kembali menggali apa yang ada di dalam otak ini. Dan mungkin karena terlalu lamanya dia tertidur maka seakan dia menjadi batu mengeras dan hampir bisa dikatakan seperti mati. 

Yah, mungkin sebagai awal cukuplah ini saja yang dituangkan asal cukup basah saja agar tak sampai benar-benar mati


Alhamdulillah bi ni'matihi tatimmushsholihat


Minggu, 14 Mei 2017

HSI 1~1 Mengapa Kita Harus Bertauhid

Kita wajib bertauhid karena Alloh SWT menciptakan jin dan manusia hanyalah untuk bertauhid, yaitu mengesakan ibadah untuk Alloh SWT.

Alloh berfirman dalam Surat Adz-Dzariyat 56:

  وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ
"dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku"

Alloh SWT telah mengutus para Rosul untuk umatnya dengan tujuan mengajak mereka kepada tauhid.

Alloh SWT berfirman dalam Surat An-Nahl 36:

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِى ڪُلِّ أُمَّةٍ۬ رَّسُولاً أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّـٰغُوتَ‌ۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَـٰلَةُ‌ۚ فَسِيرُواْ فِى ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ

"dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)."

Toghut adalah segala sesembahan selain Alloh SWT. Seorang muslim yang tidak memahami tauhid yang merupakan ajaran inti agama islam sebenarnya tidak memahami agamanya, meskipun dia mengaku telah mempelajari ilmu-ilmu yang banyak.

Materi ini diambil dari grup kajian via Whatssapp Halaqoh Silsilah Ilmiah Abdullah Roy

Senin, 13 April 2015

Hak sesama muslim

🌎 BimbinganIslam.com
Senin, 23 Jumadil Akhir 1436 / 13 April 2015
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📕 Kitabul Jaami' | Bulughul Maaram
📝 Hadits ke-1 | Hak Sesama Muslim
⬇  https://www.dropbox.com/s/ocuw4enwpmbjmcs/materi%201.mp3?dl=0
=================================

بسم الله
Segala puji bagi اللّه Tuhan semesta Alam, shalawat dan salam atas pemimpin para Rasul .
Amma Ba’du
Kitabul Jami' sebuah kitab yg ditulis oleh Ibn Hajar rahimahullah yg beliau letakkan diakhir pembahasan dari kitab Bulughul Maaram min adiatil ahkam.
Kitab Bulughul Maaram min adiatil ahkam adalah sebuah kitab yang mengumpulkan sebuah hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam ttg fiqh mulai dari bab Thoharoh, Shalat, haji, Zakat, Jihad dan seluruhnya.
Namun yang menakjubkan dari Al-Hafidzh Ibn Hajar rahimahullah diujung kitab Bulughul Maaram beliau meletakkan Kitabul Jaami, dan kitab ini tidak ada hubungannya dengan masalah fiqh, tetapi cenderung dg masaiil Adab, Akhlak (baik, buruk), Dzikir & Doa.
Wallahu A'lam seakan akan Al-Hafidzh Ibn Hajar ingin mengingatkan kepada kita bahwasanya seorang yg telah menguasai bab bab ilm / masalah masalah fiqh maka hendaknya dia beradab & memiliki akhlak yang mulia.
Al Jami' dalam bahasa Arab artinya yang mengumpulkan /mencakup. Dikatakan Kitabul Jaami' karena kitab ini mencakup 6 bab yang berkaitan dengan akhlak :
. Bab Adab
. Wasilah /bagaimana berbuat baik-silaturahmi
. Zuhud & Waro'
. Ttg Memperingatkan akhlak akhlak yang buruk
. Ttg memotivasi untuk memiliki akhlak yang mulia
. Dzikir & Doa

Bab . Tentang Adab
Bab ini mencakup hadits hadits adab adab islam, yang seorang muslim hendaknya berhias dengan akhlak perangai perangai yg mulia tsb.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Hak Seorang muslim atas muslim yg lain Ada 6,
jika engkau bertemu dengan dia maka berilah salam kepadanya
Jika dia memanggil /mengundangmu maka penuhilah
Jika dia minta nasihat kepada mu maka nasehatilah
Jika dia bersin kemudian mengucapkan "Alhamdulillah" maka jawablah "Yarhamukallah"
Jika dia sakit maka jenguklah dia
Jika dia meninggal maka ikutilah jenazahnya " HR Imam Muslim dlm shahih nya.

Hak muslim atas muslim Ada 6, bilangan 6 ini bukanlah suatu batasan, artinya beliau shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan secara khusus namun bukan berarti tidak ada hak-hak yang lain, dalam kaidah ahli ilm" bilangan tidak ada mahfum mukholafahnya".  Maksud Hak disini adalah perkara yang hendaknya tidak ditinggalkan bisa wajib / mustahaq (yang ditekankan).
Hak 1, jika engkau bertemu dengan seorang muslim maka berilah salam kepadanya, karena amalan yg sangat mulia diantaranya adalah memberi salam
"kalian tidak akan masuk surga kecuali kalian beriman, kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai "
Maukah aku tunjukkan kepada kalian ttg suatu perkara, jika kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai yaitu sekitar sebarkan lah salam diantara kalian"
Oleh karenanya amalan yang paling mulia kata beliau shallallahu alaihi wa sallam "memberikan makan kepada fakir miskin, beri salam kepada orang yang kau kenal & orang yang tidak kau kenal". Bahkan disebutkan tanda tanda hari kiamat yaitu seorang hanya memberi salam kepada orang yang dikenal saja.
Salam merupakan amalan yang sangat indah, mendoakan orang muslim, dg kita menyebarkan sallam maka akan timbul cinta diantara muslim, tentunya salam ini ada adabnya.

Shahabat Abdullah bin Salam radiallahuanhu
"tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk Madinah pertama kali yang dia dengar kalimat dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam "wahai manusia Sebarkan lah diantara kalian"

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ نْتَ، اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

✒ Tim Transkrip Materi BiAS
_______________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📝 Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut:
🌐http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran

Minggu, 12 April 2015

jagalah diri dari api neraka

🌸 PROGRAM Just One Day One Hadith 🌸
Transkrip Hadits 3⃣
👤 - 💿 Ustadz Arif Fathul Ulum. Lc 
🔊 Transkrip Hadits 3 | Jagalah diri dari api neraka
⬇Download Audio 
https://www.dropbox.com/s/uqb8k76pq0mth94/Fawaid%20hadits%203.mp3?dl=0
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

بسم اللّه الر حمن الر حيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : اتقوا النار ولو بشق تمرة. متفق عليه.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Jagalah diri kalian dari api neraka walau dengan seserpih kurma." 

Hadits ini hadits yang shahih dan agung yang datangnya dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, yang beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam menyatakan

اِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

"Bertaqwalah kalian kepada Allah - jagalah diri kalian dari api neraka walaupun dengan bersodaqoh dengan seserpih kurma".

Hadits ini diriwayatkan oleh imam Bukhori dan Muslim didalam kedua shahih nya yang kemudian juga di dalam riwayat keduanya dengan yang lebih lengkap,

Bahwasanya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda

ﻣَﺎﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪٍ ﺇِﻝ ﺍﺳَﻴُﻜَﻠِّﻤُﻪُ ﺍﻟﻠﻪ
"Tidak ada seorang pun di antara kalian, kecuali nanti (pada hari kiamat) akan diajak bicara oleh Allah,"

لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تَرْجُمَان
"Yang antara dia dengan Allah tidak ada seorang penerjemah pun"

ﻓَﻴَﻨْﻈُﺮُ ﺃَﻳْﻤَﻦَ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﻼ ﻳَﺮَﻯ ﺇِﻻ ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻡ
"Lalu dia melihat ke sebelah kanannya, maka dia tidak meilihat kecuali apa yang telah dilakukannya di dunia"

ﻭَﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺃَﺷْﺄَﻡَ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﻼ ﻳَﺮَﻯ ﺇِﻻ ﻣَﺎﻗَﺪَّﻡَ
"Dan dia melihat ke sebelah kirinya, maka dia tidak melihat kecuali apa yang telah dilakukannya".

ﻭَﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻓَﻼ ﻳَﺮَﻯ ﺇِﻻ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺗِﻠْﻘَﺎﺀَ ﻭَﺟْﻬِﻪ

"Kemudian dia melihat ke depan maka dia tidak melihat kecuali neraka berada di hadapannya".

ﻓَﺎﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭَﻟَﻮْ ﺑِﺸِﻖِّ ﺗَﻤْﺮَﺓ
"Maka takutlah terhadap neraka walaupun (hanya bersedekah) dengan seserpih kurma"

kemudian dalam beberapa redaksioanal yang lain dilanjutkan dengan

ﻓﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺠِﺪْ ﻓﺒﻜﻠﻤﺔٍ ﻃﻴِّﺒﺔ
"Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah, kalimat yang baik".

Hadits yang agung ini menjelaskan tentang keutamaan sedekah meskipun sedekah itu sedikit sekali sebagaimana disebutkan Rasulullah dengan seserpih kurma شِقِّ تَمْرَة yang mana اشِق ini dalam kitab an-nihayah fi ghoribil hadits disebutkan sebagai separuh kurma atau lebih sedikit dari itu hanya seserpih kurma, yang mana sedekah tersebut dapat menyelamatkan dia dari api neraka.

Diantara hadits yang lain yang menunjukkan keutamaan sedekah adalah dimana Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda

اِنَّاﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﻰﺀ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﺗﻄﻔﻰﺀ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﻨﺎﺭ

“Sedekah dapat menghapus kesalahan (dosa) sebagaimana air memadamkan api.” 
(HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Hadits ini sungguh hadits yang agung yang menunjukkan kepada kita sebuah perkara yang penting sekali, yaitu agar kita selamat dari api neraka yang begitu berbahaya yang begitu mengerikan yang tidak pernah seorangpun bisa membayangkan betapa mengerikannya neraka yang adzabnya yang paling ringan adalah adzabnya Abu thalib dimana ketika seseorang meletakkan kakinya di api neraka maka mendidih otaknya, ini adzab yang paling ringan.

Nampak begitu mengerikannya adzab dari neraka maka wajib atas kita semua berlindung diri pada Allah Subhanallahu wa ta'alla dari api neraka, dan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam memberikan kepada kita jalan yang mudah yang tidak sulit sebagaimana dalam hadits ini, yaitu dengan cara bersedekah walaupun itu sedikit sekali namun sudah dapat melindungi dari api neraka.

Dalam sabdanya Rasulullah Shalallahu 'alaaihi wa sallam bersabda

ﺍﺗَّﻘﻮﺍ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭﻟﻮ ﺑﺸﻖِّ ﺗﻤﺮﺓٍ 
"Jagalah diri kalian dari neraka walau dengan seserpih kurma".

Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang tidak boleh meremehkan sedekah meskipun sedikit, karena sedekah ini akan bisa melindungi pelakunya dari api neraka.

Hadits ini juga menunjukkan rahmat Allah yang agung yang sangat luas pada hambaNya dengan memberikan kemudahan dalam melindungi diri dari api neraka dengan cara bersedekah, yang mana sedekah ini tidak dihitung dari jumlahnya tapi dilihat bagaimana dia beritikad beribadah kepada Allah dengan ikhlas dan inilah yang akan dapat melindunginya dari api neraka sebagaimana disebutkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits ini.

Kaum mukminin yang dirahmati Allah Subhanallahu wa ta'alla, sebagaimana dikatakan syeh Abdul Muhsin al abad al badr hafidzahullah "Shodaqoh diantara sebab-sebab keselamatan dari adzab dan kejelekan-kejelekan."

Ini sesuai sebagaimana hadits ini, yang didalamnya Rasulullah bersabda lindungilah diri kalian dari api neraka walau dengan bersedekah seserpih kurma.

Maka kaum mukminin yang dirahmati Allah, hendaknya kita tidak menyia-nyiakan kesempatan ini yaitu melindungi diri kita dari api neraka dengan bersedekah, walaupun sedikit tapi niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah Subhanallahu wa ta'alla bukan untuk dilihat manusia.

Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq kepada kita untuk bisa melaksanakan petunjuk kebaikan
Semoga Allah menjadikan kita bisa melaksanakan shodaqoh kepada Allah Subhanallahu wa ta'alla walaupun hanya dengan sedikit yang semoga Allah menerima seluruh shodaqoh kita. 

بارك الله فيكم 
وأعاذنا الله وإياكم من النار 
فأذخلنا الله الجنة 
خير الدعوة والحمد لله رب العالمين

✒ Tim Transkrip JODOH

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
081808194040

do'a adalah ibadah

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Transkrip Audio Hadits 2⃣
👤 - 💿 Ustadz Arif Fathul Ulum, Lc 
📝 Transkrip Hadits 02 | Doa Adalah Ibadah
⬇Download Audio 
https://www.dropbox.com/s/iyid0vcpedlh1eu/Fawaid%20hadits%202.mp3?dl=0
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

📚Faidah Hadits ke 2

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الدعاء هو العبادة. رواه أبو داود والترمذي واحمد.

Dalam hadits ini Rasul shalallaahu alaihi wassallam menyatakan; "Doa adalah Ibadah". (Hadits Shohih, HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dan Imam Ahmad).

Hadits di atas mirip sekali dengan sabda Rasul yang lain yakni :

الحج عرفة

artinya “ Ibadah Haji itu adalah (wukuf) di Arafah".

Dua hadits tersebut  seakan-akan membatasi bahwa semua ibadah terkumpul dalam doa. atau semua aktivitas ibadah Haji terkumpul saat wukuf di arafah.

Hadits “Doa adalah Ibadah”, menunjukkan betapa sangat pentingnya doa yg merupakan aktivitas ibadah/ubudiyah/penghambaan kepada Allah Ta’ala.

Firman Allah Ta’ala 
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya aku kabulkan doa kalian sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku,  mereka akan masuk ke neraka jahanam dalam keadaan hina dina". 
Qs. Ghafir, ayat 60

Allah memerintahkan setiap mukmin agar setiap mukmin berdoa dan jika sombong dari berdoa masuk dlm neraka  menunjukkan doa adalah bagian dari ibadah.

Sebagaimana disampaikan Syaikh Al Utsaimin dan yang lainnya bahwa doa adalah bagian dari Ibadah.

Ketika seseorang berdoa pada Allah Ta’ ala maka dia telah ber ibadah... mengakui bahwa Allah Maha Sempurna dan Allah Ta’ala pasti akan mengabul kan doanya..

Doa  pada hakikatnya adalah iman thd ubudiyah, mengakui dan menyembah Allah Ta’ala.Hamba tadi mengharap kepada Allah Ta’ala. Inilah hakekat ibadah. Maka dari itu Rasul menyatakan : “ Doa adalah ibadah”.

Dan ketika dinyatakan doa adalah ibadah juga terkumpul (meliputi) syarat terkabulnya doa sebagaimana syarat diterimanya ibadah yakni :

1⃣ Wajibnya ikhlas kepada Allah Ta’ala. 

2⃣ Wajib mengikuti Sunnah Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Ketika seseorang tidak ikhlas dalam beribadah, maka tidak diterima ibadahnya..jika dia berharap kepada mahluk atau  mengharapkan pujian dari manusia, maka tidak ikhlas.

Maka berdoa harus ditujukan kepada Allah Ta’ala.. tidak boleh berdoa ditujukan untuk orang yang sudah mati, atau kepada kuburan, atau kepada pohon keramat, kepada wali atau malaikat atau nabi. Hal ini sama sekali tidak diperbolehkan Allah Ta’ala, karena doa adalah Ibadah yang wajib diberikan semata kepada Allah Ta’ala.

Kaum Mukminin yg di rahmati Allâh Ta'ala

Hadits ini begitu Agung, yang menyatakan begitu agungnya doa yaitu termasuk bagian dari ibadah yang sepantasnya ditujukan hanya kepada Allah Ta’ala..Sebagaimana kita takut, berharap, istighosah dan isti’anah hanya kepada Allah Ta’ala, maka hendaknya kita berdoanya hanya kepada Allah Ta’ala.

Hadits ini menunjukkan kepada kita tentang wajibnya seseorang berdoa kepada Allah Ta’ala semata.. sebagaimana pada hadits yang lain..

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
... إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بالله...

”Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah Ta’ala” .
( HR At Tirmidzi)

Sebagaimana dalam surat al Fatihah kita membaca 
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

"Ya Allah, hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkau lah kami memohon pertolongan". 
Qs. Al Fatihah : 5.

Dalam pernyataan pada surat al Fatihah di atas,  kita sudah berjanji kepada Allah Ta’ala untuk senantiasa beribadah hanya kepada-Nya semata yang termasuk didalamnya berdoa, wajib hanya kepada Allah Ta’ala semata.

Kaum Mukminin yang dirahmati Allâh Ta'ala

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang berdoa hanya kepada Allah Ta’ala semata dan termasuk orang-orang yang doanya dikabulkan oleh Allah Ta’ala serta termasuk orang yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan berdoa dan dengan ibadah yang lainnya.

والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

✒ Tim Transkrip JODOH

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
081808194040

kebaikan akhlaq pengiring taubat

🌸 PROGRAM Just One Day One Hadith 🌸

👤 - 💿 Ustadz Arif Fathul Ulum. Lc 
🔊 Tasrif Hadits 1 | Taubat, iringilah kebaikan serta akhlaq yang baik

⬇Download Audio 
https://www.dropbox.com/s/dec3olpqb3vr2t3/Fawaid%20hadits%201.mp3?dl=0
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
📝 HADITS 1 
بسم اللّه الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : اتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن. رواه الترمذي

Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun engkau berada dan iringilah kejelekan dengan kebaikan agar kebaikan menghapus kejelekan tersebut dan pergaulilah manusia dengan akhlaq yang baik.

Hadits ini diriwayatkan oleh imam Tirmidzi dalam jamii'nya, dan beliau mengatakan hadits ini hadits yang hasan yang juga dinyatakan shohih oleh para ulama yang lain dan dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashirudin al-albany dalam shahiih al-jamii' al-shoghir.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
اِتَّقِ اللّه حَيْثُمَا كُنْتَ 
" Bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun engkau berada "

Taqwa artinya adalah ittikhodhu bi qoyah min adzabbillah dari kata mengambil wiqoyah perhitungan dari adzab Allah dengan melaksanakan perintah-perintah Allah Subhanallahu wa ta'ala dan menjauhi larangan-laranganNya.

Ini adalah taqwa yang merupakan definisi yang terbagus sebagaimana dijelaskan oleh para ulama seperti Syaikh Muhammad Utsaimin dan yang lainnya.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
اِتَّقِاللّه حَيْثُمَا كُنْتَ  
"Bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun engkau berada"

maknanya yaitu dimanapun engkau berada maka hendaknya engkau bertaqwa kepada Allah, entah dilihat oleh manusia atau tidak dilihat oleh manusia maka sesungguhnya Allah selalu melihatmu dimanapun engkau berada sehingga hendaknya engkau bertaqwa kepadaNya.

Kemudian kembali Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا

"dan iringilah kejelekan dengan kebaikan"

yaitu hendaknya setelah melakukan kejelekan segera melakukan kebaikan yang dengan melakukan kebaikan ini semoga kejelekan yang sebelumnya bisa terhapus. 

Dan disebutkan diantara kebaikan setelah kejelekan adalah bertaubat kepada Allah Subhanallahu wa ta'ala karena taubat adalah kebaikan, bahkan tidak ada kebaikan yang bisa menghapus seluruh kejelekan melainkan taubat, تَمْحُهَا  yaitu bahwa kebaikan akan menghapus kejelekan yang sebagaimana Allah Subhanallahu wa ta'ala berfirman dalam al-quran

......إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُدْهِبْنَ السَّيِّئَاتَ......

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghilangkan kejelekan-kejelekan  
(QS Hud ayat 114)

ini menunjukkan bahwa perintah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika seseorang melakukan kejelekan agar segera dia melakukan kebaikan dan diantara kebaikan yang paling utama setelah melakukan kejelekan adalah bertaubat kepada Allah Subhanallahu wa ta'ala. 
dan juga secara umum seluruh kebaikan-kebaikan akan menghapus kejelekan-kejelekan yang sebelumnya sebagaimana dalam hadits ini
Firman Allah Subhanallahu wa ta'ala

.......إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُدْهِبْنَ السَّيِّئَاتَ.......

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghilangkan kejelekan-kejelekan.
Qs Hud ayat 114.

Hadits ini merupakan hadits yang agung yang nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam nampak begitu sangat dari semangat beliau untuk mengarahkan umatnya kepada kebaikan dan juga kepada perkara  maslahat, yang baik bagi mereka.

Kemudian dari sini menunjukkan wajibnya bertaqwa kepada Allah Azza Wajalla dimanapun berada, dalam kondisi sendiri maupun di tengah orang banyak, dalam kondisi sembunyi maupun terang-terangan yang mana nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda اِتَّقِ اللّه حَيْثُمَا كُنْتَ  bertaqwalah engkau dimanapun engkau berada.

Kemudian hadits ini juga menunjukkan ketika seseorang melakukan kebaikan setelah melakukan kejelekan, maka kebaikan akan menghapus kejelekan tersebut dan ada kebaikan yang bisa menghapus kejelekan secara keseluruhan yaitu taubat, yang taubat tajubbu ma qoblaha yang akan menghapus kejelekan yang sebelumnya, jika taubat dengan taubat yang mansukh taubat yang sebenarnya taubat yang terpenuhi syarat2nya yaitu 
🌷 ikhlaskan kepada Allah Subhanallahu wa ta'ala 
🌷 kemudian dia segera meninggalkan kemaksiatan tersebut
🌷 kemudian dia berazzam berniat sungguh2 untuk tidak mengulang dari perbuatannya
🌷 dan kalau berhubungan dengan hak  manusia dia mengembalikan hak tersebut
🌷 dan waktu taubat sebelum ditutup, yaitu sebelum nyawa di tenggorokan atau sebelum matahari terbit dari barat
maka taubatnya akan menghapus seluruh kejelekan yang dilakukan sebelumnya

maka disebutkan bahwa athoifu min adzam kamala dzambalah sesudah bertaubat dan setelah itu seakan-akan dia tak berdosa

Adapun jika kebaikan ini bukan taubat namun amalan kebaikan yang lainnya, maka disebutkan oleh Syekh Muhammad Saleh Utsaimin bahwa ini dengan waazanah yaitu ketika kebaikan ini bisa mengalahkan kejelekan maka bisa hilang dari ashar atau pengaruh kejelekan tersebut.

kemudian dalam hadits ini juga Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan agar setiap muslim mempergauli manusia dengan akhlaq yang baik dan akhlaq mulia yaitu dengan ucapan yang baik dan dengan perbuatan yang baik dan perintah untik bermuamalah pada manusia dengan akhlaq yang mulia ini bisa hukumnya wajib bisa hukumnya adalah isthitaf.
🌹  yang wajib adalah ketika seseorang melakukan hal-hal yang hendaknya diwajibkan atas dirinya, 
- Yaitu wajibnya dia jujur, wajibnya dia berupaya untuk menghindarkan kebohongan kedustaan
- Wajibnya dia amanah yang adalah hukumnya wajib

🌹 kemudian juga ini bisa mustahat bisa hukumnya sunnah ketika seseorang lebih utama melakukannya meskipun dia tidak berdosa ketika melakukannya ketika meninggalkannya lebih utama kemudian melaksanakannya lebih utama.

kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhanallahu wa ta'alla demikianlah dalam hadits yang agung ini Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengumpulkan beberapa hal yang sangat bermanfaat bagi kita semua
🌿 yang pertama adalah bertaqwa kepada Allah dimanapun kita berada, yang dengan taqwa ini kita akan mendapatkan seluruh kebaikan dan dengan taqwa seseorang akan mendapatkan semua yang diinginkan dari apa yang diharapkan dari kebaikan atau apa yang ditakuti dari kejelekan. 
🌿 kemudian juga hendaknya kita segera melakukan kebaikan setelah melakukan kejelekan, bertaubat kemudian juga melakukan kebaikan yang lain
🌿 dan hendaknya kita mempergauli manusia dengan akhlaq yang mulia

inilah yang akan membawa kebaikan bagi kita semua dan semoga Allah Subhanallahu wa ta'alla menjadikan kita semua orang-orang yang bertaqwa kepada Allah Subhanallahu wa ta'alla yang selalu segera bertaubat kepada Allah dan selalu berbuat kebaikan kemudian juga bisa mempergauli manusia dengan akhlaq yang baik sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya 

akhirul kalam, 
wabillahi taufiq wal hidayah 
khoirul dakwah walhamdulillahi robbil 'alamin

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
081808194040
081911131555